Laman

Rabu, 09 Oktober 2013

darah, bangkai



PENDAHULUAN
Sungguh suatu anugerah yang tak terhingga ketika Allah SWT memberikan nikmat terbesar yaitu nikmat iman dan Islam. Nikmat yang menjadikan ada pembeda antara muslimin dan musyrikin.  Islam sebagai syumuliyatuz zaman (sepanjang masa), syumuliyatul minhaj(mencakup semuanya) dan syumuliyatul makan(semua tempat). Sumuliyatul Islam tersebut telah mengatur menyeluruh kehidupan manusia dalam berbagai sendi kehidupan. Dari mulai tidur sampai tidur kembali, pengaturan berperilaku telah diatur sedemikian rupa untuk kemaslahatan manusia itu sendiri.
Semua perintah dan larangan telah jelas termaktub dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang dikeluarkan Rasulullah SAW. Semua larangan dan perintah tersebut ada hikmah di dalamnya. Perlu ilmu pengetahuan untuk membuktikannya. Salah satu ilmu pengetahuan yang dapat membuktikan hikmah di balik perintah dan larangan Allah tersebut adalah ilmu sains. Ilmu menurut Al-Qur’an adalah rangkaian keterangan yang bersumber dari Allah yang diberikan manusiayang menghendakinya tentang alam semesta sebagai ciptaan Allah yang bergantung menurut ketentuan dan kepastiany_Nya. Walaupun tanpa sains Islam tetap benar adanya, akan tetapi untuk menambah keimanan, sains sangat membantu. Dengan adanya keselarasan antara ilmu dan Islam maka segala persoalan di dunia dapat dipecahkan dengan agama dan ilmu pengetahuan.
Makalah ini menggambarkan bagaimana perspektif Islam terhadap konsep fisiologi peredaran darah menurut intergrasi sains. Agama Islam yang khas yang mempunyai banyak aturan dalam berperilaku telah dibuktikan dalam sains apa sebenarnya manfaat dari aturan tersebut. Islam dan sains akan diketahui saling menguatkan dan bersinergi sehingga melahirkan pribadi-pribadi yang taat dalam beragama dan terdepan dalam ilmu pengetahuan. Terdapat banyak hal terkait dengan konsep peredaran darah, baik pada manusia maupun pada hewan. Konsep-konsep tersebut secara ilmu sains telah terbukti adanya. Dan dalam Islam ada beberapa aturan yang terkait dengan konsep peredaran darah, maka, sins yang rasional empiris menguak hikmah dibalik ajaran Islam  yang sempurna.
ANALISIS PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP SAINS
A.    Larangan memakan darah
Allah SWT telah melarang umat Islam untuk memakan darah. Tentu saja hal tersebut tidak semata-mata larangan. Ada banyak hikmah dibalik perintah Allah tersebut. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 173 Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah dan daging babi dan (daging)  hewan yang disembelih dengan ( menyebut nama ) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa ( memakannya ) bukan karena  menginginkannya  dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173).
Kemudian Rasulullah pun memperkuat firman Allah tersebut, dari Ibnu Umar –radiyallahu ‘anhuma- dia berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alahi wa sallam- bersabda:
 “Dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai yaitu belalang dan ikan. Adapun dua darah yaitu ati dan limpa” Dikeluarkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dan di dalamnya terdapat kedhoifan.
Alasan Sains:
Meskipun beberapa orang memandang darah itu sehat, di sisi lain, darah juga membawa berbagai racun dan produk limbah yang perlu dikeluarkan dari tubuh. Salah satu tugas paling penting  yang dilakukan darah yaitu untuk mengangkut zat-zat seperti urea, asam urat, keratin dan karbon dioksida yang perlu dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, dalam jumlah yang signifikan darah yang dikonsumsi, tingkat produk dalam tubuh yang harus dikeluarkan akan  semakin meningkat. Hal itu akan meningkatkan kadar urea, zat berbahaya yang diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh. Selain itu, dapat merusak fungsi otak dan bahkan mengakibatkan koma. Karena sifatnya selalu ada senyawa berbahaya dalam darah, bahkan jika diambil dari hewan yang sehat sekalipun. Dan gawatnya adalah jika darah berasal dari diambil dari hewan yang sakit, berbagai parasit dan kuman juga akan menular di dalamnya. Dalam hal itu, kuman dapat berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh. Jadi, akan menimbulkan bahaya bagi tubuh.
Darah juga banyak mengandung uric acid (asam urat) berkadar tinggi. Tingginya kadar asam urat di  dalam darah dapat menyebabkan penyakit peradangan sendi kronis. Asam urat ini sangat berbahaya bagi tubuh, karena asam urat adalah sisa dari metabolisme tubuh yang tidak sempurna, sehingga terjadi penumpukan urine yang berasal dari makanan. Dalam tubuh manusia, 98% asam urat dikeluarkan lewat urine, sisanya  2% disimpan dan dipecah lewat sistem metabolisme tubuh. Dari sini kita mengetahui bahwa larangan memakan darah, menghindarkan kita dari penyakit – penyakit berbahaya, salah satunya penyakit asam urat.
Kini jelas mengenai larangan memakan darah ataupun bangkai untuk agama Islam. Islam selalu memperhatikan keselamatan umatnya.

B.     Larangan memakan bangkai kecuali bangkai ikan dan belalang.
Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai larangan memakan bangkai:
“Dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai yaitu belalang dan ikan. Adapun dua darah yaitu ati dan limpa” Dikeluarkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dan di dalamnya terdapat kedhoifan.
Alasan Sains:
Jika hewan-hewan darat seperti kelinci dicekik atau mati, darahnya tertahan di dalam tubuhnya. Itu artinya, separuh dari darahnya akan tercemar oleh karbondioksida ketika hewan itu menghembuskan napas terakhir. Menyembelihnya merupakan cara untuk membersihkan daging dari racun akibat karbondioksida yang terdapat di dalam darah. Berbeda dengan ikan. Ikan bernapas menghisap oksigen dari dalam air. Di dalam air tidak terdapat karbondioksida. Oleh karena itu, kalau kita mengambil ikan dari dalam air dalam keadaan hidup lalu kita potong, akan keluar darah berwarna merah. Ketika darah itu kering, warnanya akan berubah menjadi putih. Sedangkan darah hewan darat yang disembelih akan berwarna hitam ketika kering. Warna hitam itu muncul dari racun yang terdapat di dalam karbondioksida, dan warna putih pada darah ikan itu menandakan bahwa darah itu tidak mengandung racun. Karena alasan itu, ikan yang mati dan tidak mengeluarkan darah tidak membahayakan manusia.
Terkait dengan bangkai belalang, belalang adalah hewan yang banyak sekali telurnya dan sedikit sekali darahnya, sangat mirip dengan ikan. Darah yang terdapat di dalam tubuh belalang juga tidak bertanggung jawab atas pergantian oksigen-karbondioksida ketika bernapas (yang berarti mengandung racun kalau hewan itu dicekik atau mati, seperti dikemukakan di atas), tetapi lebih bertanggung jawab atas penyaluran makanan ke sel-sel tubuh yang lain.
C.    Manfaat sholat (yang tepat waktu)
Sesungguhnya shalat bagi orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu (telah ditetapkan) waktunya.” (QS. An-Nisa:103).
Alasan sains:
Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.

Manfaat Sujud:
Pengulangan sujud dalam sholat setiap harinya minimal dilakukan 34 x. Bilangan tersebut dianggap bilangan yang tepat untuk meningkatkan aktivitas otot dan saraf tubuh serja menjaga keseimbangan antar sendi, khususnya tangan, paha. lutut dan kaki. Dengan aktivitas sujud juga, peredaran darah dalam tubuh bisa berjalan dan bergerak dengan mudah dari atas ke bawah. Selain itu meningkatnya lipatan tangan mampu melancarkan peredaran darah dari atas pergelangan ke bawah hingga mampu mencegah infeksi yang umumnya menyerang pergelangan tangan.


KESIMPULAN
Islam telah mengatur secara benar dan tepat mengenai sendi-sendi kehidupan dalam umatnya. Dalam hal ini terkait dengan konsep peredaran darah, ada beberapa aturan Islam yang mengatur kehidupan. Yaitu mengenai Larangan memakan darah, memakan bangkai kecuali bangkai ikan dan belalang, manfaat sholat (yang tepat waktu) dan manfaat Sujud. Semua perintah dan larangan tersebut mengandung makna yang sangat baik. Apabila dilakukan, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akherat. Hal tersebut telah dibuktikan menurut sains yang logis dan empiris.

madu baik untuk kesehatan




A.  Mengenal Madu
Madu merupakancairan alami yang enak dan manis. Ada yang beranggapan, madu kental itu sebagai "m akanan istimewa" untuk kebugaran tubuh dan menjaga tetap lestarinya kemampuan seksual seseorang.Menurut sebuah sumber kepustakaan, setiap 1.000 gram madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 liter susu atau 1 ,680 kg daging. Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gula yang tinggi; fruktosa 41%, glukosa 35% dan sukrosa 1,9% serta unsur kandungan lain, seperti tepung sari yang ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu terdapat kandungan vitamin A , vitamin B1, vitamin B2 dan anti biotika. Dalam madu juga terdapat banyak kandungan vitamin, asam, mineral dan enzim, yang berguna bagi tubuh.Semua kandungan tersebut dapat digunakan sebagai pengobatan secara tradisional, anti bodi dan penghambat pertumb uhan sel kanker (tumor).Karena itu madu banyak digunakan untuk pengobatan alternatif.Untuk kandungan asam organik, dalam madu terdiri atas glikolat, asam format, asam laktat, asam sitrat, asam asetat, asam oksalat, asam malat dan asam tartarat.
Beberapa asam yang disebutkan di atas, bermanfaat bagi kesehatan teristimewa bagi metabolisme tubuh (asam oksalat, asam tartarat, asam laktat dan asam malat.Bahkan dalam asam laktat mengandung zat laktobasilin, --zat penghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. As am amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, dan bahanpembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak.
Kandungan mineral dalam madu alam tergantung dari mana sari bunga yang dihisap. Bunga yang di tanam banyak kandungan mineral (zat besi, tembaga dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi erat hubungannya dengan pewarnaan darah (hemoglobin). Beberapa kandungan mineral dalam madu yang dimaksud; Belerang (S), Kalsium (Ca), Temb aga (Cu), Mangan (Mn), Besi (Fe), Fospor (P), Klor (Cl), Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si), Natrium (Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Zat tembaga sangat penting bagi manusia berkaitan dengan hemoglobin, dan kekurangan zat menyebabkan berkurangnya ketahanan tubuh, dan memicu meningkatnya kadar kolesterol. Zat mangan berfungsi sebagai antioksidan, dan berpengaruh besar dalam pengontrolan gula darah serta mengatur hormone teroid.Magnesium pegang peran penting mengaktifkan fungsi replikasi sel, protein dan energi.Yodium berguna bagi pertumbuhan dan membantu dalam pembakaran kelebihan lemak pada tubuh.Jika kekurangan seng biasanya kesehatan menurun, mudah terjadi infeksi dan sering terjadi gangguan kulit seperti jerawat.Ka lsium dan fospor bermanfaat bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Besi (Fe) membantu proses pembentukan sel darah merah. Magnesium, fospor dan belerang berkaitan dengan metabolisme tubuh.Molibdenum untuk mencegah anemia dan penawar racun (terutama bagi orang yang suka minuman keras (alkohol). Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat dalam Journal of Apicultural Research menulis, khasiat setiap madu bisa saja berbeda, namun semuanya mengandung antioksidan. Prof Dr H Muhilal, pakar gi zi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor menguraikan tentang kandungan gizi madu. Selain asam organik yang mengandung asam amino untuk pembuatan protein tubuh (asam amino non esensial), juga terdapat asam amino esensial (lysin, histadin dan triptofan).
B.  Madu Dalam Kontek Islam
Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tak ada yang sia-sia.Di antara ciptaan Sang Khalik yang istimewa adalah lebah.  Serangga yang satu ini menempati posisi penting dibanding serangga lainnya. Tak heran jika lebah dijadikan salah satu nama surah dalam Alquran.
Surat ke-16 dalam Alquran adalah An-Nahl yang berarti lebah.  Secara khusus, surat  Makkiyah tersebut dinamakan An-Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdafat firman Allah SWT yang berbunyi, ''Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.''
Lebah memang spesial.Ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Dalam penjelasan surah An-Nahl yang tercantum dalam Alquran dan Terjemahannya disebutkan bahwa ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.Apa persamaannya? Simak ayat berikut: ''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS An Nahl:69). Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Sedangkan Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa  sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Manfaat Madu sebagaimana disampaikan Alquran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Alquran, Sayyid Quthb mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar kedokteran.  Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Alquran yang harus diyakni umat manusia.Sedangkan dalam Tafsir Alquran Ibnu Katsir diterangkan bahwa madu lebah itu warnanya bermacam-macam sesuai dengan makanannya.Ada yang berwarna putih, kuning, maupun merah.Selain itu, menurut Ibnu Katsir, madu cocok bagi setiap orang, misalnya untuk mengobati dingin, karena madu itu panas. Di dunia Islam, penggunaan madu sebagi obat sudah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad  SAW. Pada saat itu, madu digunakan  untuk mengobati penyakit diare. Lem lebah yang berasal dari madu juga sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir Muslim agung di abad ke-10 M itu tercatata sebagai dokter  yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.
Selama hidupnya Ibnu Sina banyak mengkonsumsi madu sehingga awet muda dan berumur panjang.Madu, menurut Ibnu Sina, dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung.Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam. Ibnu Sina  juga telah meneliti khasiat madu untuk perawatan kecantikan tubuh. Menurut Ibnu Sina,  madu dan minyak zaitun mampu menjadi obat mujarab yang digunakan sebagai kosmetika yang memiliki  beragam khasiat.
Madu dan minyak zaitun, papar Ibnu Sina,  bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Alquran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit.  Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa menghaluskan kulit dan mengurangi reutan pada wajah. Ibnu Sina telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun dan  madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk bearagam kegunaan lainnya.Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat kecantikan.
Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala.  Orang Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa memanfaatkan madu sebagai makanan bergizi tinggi serta  obat  berbagai macam penyakit yang mujarab. Meski begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.
Adalah Ibnu Sina  seorang dokter legendaris sepanjang masa – yang telah berhasil  membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua.  Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu. Hasil penelitian terakhir yang dikeluarkan dari Universitas Moskow, menyatakan madu ternyata juga mengandung logam alumunium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker.
Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilaporkan paling tinggi jika dibandingkan dengan mahanan lainnya.Penelitian ini juga menyebutkan madu diyakini dapat menyembuhkan tukak lambung (maag), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit).Jadi sangat baik memang untuk mengkonsumsi madu dalam keseharian kita.
Dalam Alquran, madu pun menjadi simbol kenikmatan surga  balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. ''(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?'' (QS:MUHAMMAD: 15).

C.  Khasiat Madu
Madu lebah memangnya diakui dan dari pandangan Islam sendiri ia merupakan penawar pelbagai penyakit. Madu lebah berasal dari tumbuhan berbunga yang menghasilkan nektar.Sehingga kurun abad ke-11, kebanyakkan orang di dunia ini mengakui rasa kemanisan madu yang begitu unik.
Di Amerika Utara madu dihasilkan dalam jus minuman.Madu dihasilkan daripada sarang lebah.Madu mengandung campuran gula monosakarida dan gula polisakarida serta kaya dengan zat yang penting yaitu asam amino, mineral dan vitamin.Dalam masyarakat Melayu madu digunakan untuk tujuan untuk melembabkan muka gadis-gadis.Ini biasa dilakukan pada zaman dahulu, namun masih ada segelintir orang yang meneruskan kebiasaan ini.Madu disapukan pada seluruh muka dan dibiarkan kering, kemudian dibasuh.Lembapan amat penting untuk kulit setelah seharian kita bekerja di bawah sinaran mentari dan suasana hawa dingin.Namun belum ada produk modern yang agak terkenal menggunakan madu untuk kecantikan.
“Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. (QS. An-Nahl [ 16]:6
Alam dan isinya memberikan pelajaran hidup bagi manusia.Ia mampu memberikan inspirasi. Bagaimana seharusnya manusia berhubungan dengan manusia lainnya.Dan bagaimana pula manusia mesti berprilaku untuk manusia lainnya.Jika kita menelusuri koloni lebah madu, mereka mampu memberikan contoh yang baik bagi manusia. Mereka memperlihatkan kombinasi perilaku individual serta kerja sama sosial yang menakjubkan. Tak ada yang saling memangsa seperti yang berlaku dalam hukum rimba.Dan jika kemudian meneliti ke sarang lebah, kita dapat menemukan jawaban mengapa sejak awal lebah madu telah mempersona manusia, untuk melakukan observasi terhadapnya.
Sarang lebah, memiliki infrastruktur yang sempurna dan fungsional, terbentuk dari jalinan zat lendir yang berasal dari tubuh mereka.Sarang itu, juga dikonstruksi menjadi sebuah rangkaian sel heksagonal yang sangat sempurna.Terlihat begitu indahnya sarang yang mereka buat secara gotong royong itu.
Seperti diketahui, bahwa sarang ini menjadi tempat bermulanya aktivitas koloni lebah madu.Baik sebagai media pemeliharaan larva maupun pusat pesan, bagi setiap anggota koloni dalam menjalankan tugasnya.Pada tingkat individual, lebah madu terbagi menjadi tiga jenis anggota koloni.Mereka adalah ratu, lebah jantan serta lebah pekerja.Semuanya memiliki tugasnya masing-masing. Dan saling mendukung satu sama lain. Dalam sebuah koloni lebah madu, ratu lebah diperlakukan secara istimewa.Ia mendapatkan pasokan makanan yang berlimpah.
Tujuannya, agar ia mampu menjalankan tugas krusial dalam koloni tersebut, yaitu menghasilkan pheromone, sinyal kimiawi bagi para lebah pekerja yang mengendalikan perilaku mereka. Sang ratu juga memiliki tugas untuk menciptakan 'perekat sosial' yang mengikat semua lebah untuk hidup dalam kebersamaan.Maka menjelmalah sebuah struktur masyarakat lebah yang terorganisasi dengan baik.Mereka menggunakan 'tarian' untuk saling mengkomunikasikan di mana letak sumber-sumber makanan yang mereka perlukan.Tak nampak satu pun dari mereka yang mengunggulkan diri dan egois.Semuanya berada dalam kebersamaan dan kedamaian.Kekaguman kita tentu tak hanya berhenti pada terciptanya hubungan dalam komunitas mereka yang mengagumkan.Namun juga pada produk yang mereka hasilkan, yaitu madu.
Madu merupakan cairan mujarab, yang dihasilkan lebah dari saripati beragam tanaman.Dan madu telah mendapatkan tempat yang istimewa dalam sejarah pengobatan tradisional. Orang-orang Mesir, Assyria, Cina, Yunani dan Romawi kuno memanfaatkan madu untuk menyembuhkan luka dan beragam penyakit.
Baik dalam hadits Nabi Muhammad maupun kitab suci Al Quran, juga memberikan keterangan akan khasiat madu yang menyembuhkan ini. Dalam surat An Nahl (lebah) ayat 69 Allah Swt menyatakan: ''Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “'...Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi mereka yang memikirkan''. (QS 16:69)
Kemudian Rasulullah Muhammad juga menegaskan khasiat madu tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari: ''Madu adalah penyembuh bagi semua jenis sakit dan Al Quran adalah penyembuh bagi semua kekusutan pikiran (sakit pikiran). “Dari Abu Sa’id ra: Ada seorang laki-laki datang kepada Rasullulah SAW dan berkata: “Saudara saya sakit perut”. Rasul menjawab: “Beri ia madu!”. Hal ini dilakukan orang itu sampai tiga kali bolak balik menanyakan kepada Rasul SAW, jawabannyapun tetap madu dan madu (HR Buhkari)
Maka disarankan bagimu kedua penyembuh tersebut, Al Quran dan madu.'' Para ilmuwan, akhir-akhir ini juga tergerak hatinya untuk melakukan penelitian secara mendalam akan khasiat madu secara ilmiah. Mereka membuktikan bahwa ternyata madu mamang memiliki efek yang menguntungkan pada kondisi medis tertentu.
Pertama, madu dapat digunakan sebagai zat anti bakteri dan jamur.Karena madu ternyata dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus, patogen tertentu, serta fungi atau jamur, semisal Candida albicans.Dengan konsentrasi 30-50 persen, madu mampu memperlihatkan khasiatnya sebagai antibiotik konvensional untuk infeksi saluran kencing.
Kedua, madu digunakan sebagai anti mencret. Dengan konsentrasi hingga 40 persen, madu memberikan efek bakterial yang akan menghambat laju sejumlah bakteri yang menyebabkan mencret serta disentri, seperti Salmonella, Shigella, enteropatogenik E coli, dan Vibrio cholera. Dalam sebuah studi, madu dengan cairan rehidrasi oral mampu mengurangi durasi bakteri baik pada anak-anak maupun bayi yang menderita mencret.
Ketiga, madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka dan anti-inflammatory (luka bakar).Madu memiliki arti penting dalam menyembuhkan luka bakar, infeksi bekas operasi.Ia sangat liat, sehingga mampu menyerap air yang berada di sekitar jaringan kulit yang terbakar. Kita bisa merujuk pada sebuah studi yang dilakukan di Afrika Barat.Dalam studi itu, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi pada vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan menggunakan madu.Penggunaan madu juga disarankan untuk mengurangi tajamnya bau yang diakibatkan borok pada orang yang berpenyakit kusta.
Keempat, madu dapat digunakan sebagai zat antitusif dan ekspektoran.Madu yang diandalkan sebagai obat batuk ini terkait dengan kemampuannya untuk mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan.
Kelima, madu sebagai sumber nutrisi.Madu yang tak terkontaminasi sangat sehat, makanan yang alami, dan mengandung banyak energi.Karena mengandung karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, serta mengandung 11 gram karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C. Madu kini telah tersedia secara luas di kalangan masyarakat.
Meski khasiat madu belum sepenuhnya diketahui masyarakat secara luas.Dan kalangan ilmuwan juga dituntut untuk melakukan penelaahan mendalam mengenai khasiat madu dan mampu menggunakannya dalam cakupan yang lebih luas.Keajaiban madu telah diungkapkan dalam dalam Al Quran maupun sunah secara indah, lebih 14 abad lalu.Penjelasan kedua rujukan suci mengenai madu ini, juga telah merambah dunia sains modern yang telah menerima dan melakukan penelahaan lebih mendalam atas penggunaan madu.Al Quran memang bukan sekadar tuntunan hidup, tapi juga sumber ilmu pengetahuan.
D.  Madu "Makanan Istimewa" untuk Kebugaran Tubuh
Dengan demikian Madu ternyata tak cuma nikmat diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat. Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak-anak lebah.Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.
Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai "makanan istimewa" untuk kebugaran tubuh.Serta katanya, mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang.Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.
Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan.Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya. Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus.Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir.Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.
KESIMPULAN

Madu banyak mengandungan vitamin, asam, mineral dan enzim, yang berguna bagi tubuh.Semua kandungan tersebut dapat digunakan sebagai pengobatan secara tradisional, anti bodi dan penghambat pertumbuhan sel kanker (tumor).Karena itu madu banyak digunakan untuk pengobatan alternatif.
Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tak ada yang sia-sia.Di antara ciptaan Sang Khalik yang istimewa adalah lebah. Sebagai mana tercantum dalam Al-Qur’an ''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.'' (QS An Nahl:69). Madu berasal dari sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia.Manfaat Madu sebagaimana disampaikan Alquran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Alquran, Sayyid Quthb mengungkapkan, madu sebagai obat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar kedokteran.  Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Alquran yang harus diyakni umat manusia.

Kamis, 22 November 2012

Tahapan glikolis



 
Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi. Yang diubah adalah glukosa yang memiliki 6 atom C menjadi senyawa asam piruvat yang memiliki 3 atom C. Proses glikolisis berlangsung dalam sitoplasma secara anaerob.

TAHAP 1
Molekul glukosa memasuki sel. Ketika melewati membran sel, glukosa mengalami fosforilasi dengan adanya penambahan ATP menjadi glukosa-6-fosfat. Glukosa yang mengikat fosfat dinamakan glukosa aktif atau glukosa reaktif. Pada tahap ini diperlukan 1 ATP.

TAHAP 2
Glukosa-6-fosfat mengalami perubahan susunan molekul (isomerisasi) menjadi fruktosa-6-fosfat.

TAHAP 3
Penggunaan 1 ATP menghasilkan fruktosa-1,6-difosfat.

 TAHAP 4
Fruktosa difosfat aldolase memecah fruktosa 1,6 difosfat menjadi gliseraldehid-3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat.

TAHAP 5
Terjadi reaksi kesetimbangan antara gliseeraldehid-3-fosfat dan hidroksi aseton fosfat.

TAHAP 6
Pada reaksi pengubahan gliseraldehid-3-fosfat menjadi 1,3-difsfogliserat, terjadi oksidasi dengan adanya transfer H kepada NAD menjadi NADH. Senyawa fosfat berasal dari senyawa anorganik H3PO4 yang kandungan energinya rendah. NADH yang terbentuk sebanyak 2 molekul.

TAHAP 7
Terjadi transfer fosfat kepada ADP dari 1,3-difosfogliserat sehingga terbentuk ATP dan 3-fosfogliserat. ATP yang terbentuk sebanyak 2 molekul.

TAHAP 8
Terjadi perubahan 3-fosfogliserat menjadi 2-fosfogliserat.

TAHAP 9
2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenolpiruvat.

TAHAP 10
Tarjadi transfer fosfat dari fosfoenolpiruvat kepada ADP sehingga dihasilkan ATP. Pada tahap ini, fosfoenolpiruvat berubah menjadi asam piruvat. Pada tahap ini, terbentuk 2 molekul ATP.
  
Hasil akhir tahapan glikolisis adalah membentuk 4 ATP, 2 NADH, 2 PIRUVAT dan menghasilkan 2 ADP, mengeluarkan 1 H2O.